Menilai diri sendiri
? ....tentunya kamu hanya tau dari
orang yang melihat diri kamu, terlepas dari penilaiannya yang berbohong agar
menyenangkan dirimu atau jujur karena dia melihat apa adanya kamu?...Lantas aku berfikir
sebaliknya seperti kebiasaanku yang melihat logika berbalik (countercultur).
Bagaimana dengan orang yang sedang jatuh cinta apakah melihat diri kita ini
tidak jujur pasti berkata untuk menyenangkan diri kita atau jujur bahwasanya ia
melihat sesuai apa adanya... ? Ya kalo orang bijak akan berkata orang yang
sedang jatuh cinta itu akan berkata jujur apa adanya.. Contohnya deh orang tua
kita pasti pernah kita lihatkan pelbagai macam problemnya hehe tetapi mereka
tetap utuh.. dan ada juga yang tidak utuh memang variablenya bermacam macam..
kita sampingkan dulu hal itu aku masih jomblo soalnya hehe ..Aku mengerti dan
aku paham tentang sudut pandang itu tapi itu langkah paling akhir sebelum
mengarah kesana kenapa kita tidak memikirkan sudut pandang yang berbeda ...Langsung saja apakah kita
bisa menilai diri sendiri .. ? Kalo aku menilai diri aku pasti memerlukan
cermin, dan orang-orang yang tau rahasiaku.. karena pada dasarnya aku melihat
diri aku seperti aku melihat aku harus menjadi baik dan lebih baik lagi.. tetapi
orang yang melihat kita hanya karena melihat effect dari sikap, attitude,
pemikiran, ucapan, penampilan, kita. yang biasa kita lakukan, yang telah
menjadi habit... sekarang kita uji
apakah penilaian diri sendiri mewakili dirinya yang sebenarnya? kalo jawabannya iya, berarti kamu berbohong,
dan kalo jawabannya tidak kamu juga tetap berbohong.. itulah yang menarik dari
cara berfikir countercultur, lantas kamu akan mencari pikiran semiotiknya..
lalu bagaiamana mengetahui diri kita sendiri jawabanya?.. “ aku tidak bisa menilai
diri sendiri tetapi aku bisa mencintai diri sendiri, dan tentunya orang juga
akan terkena dampak dari apa yang aku lakukan.. makasih idenya kamu ...@irenhrln263 :)